Rabu, 15 Juli 2009

Teknik Jilid

Teknik Jilid

Jilid lem disebut perfect binding atau padding seperti cara yang digunakan untuk
menjilid notepad atau notebook. Bagian pungung buku disapukan lem dengan lem dingin atau lem panas, ketika lem mengering maka lembaran-lembaran halaman
menjadi menyatu. Proses penjilidan lem ini dilakukan dengan menggunakan mesin otomatis. Buku-buku yang akan dijilid, dipotong pada bagian punggung buku, kemudian punggung buku dilintaskan melalui alat pengasar (milling station)
dan terakhir diberi lem atau perekat panas dan dingin. Pada buku-buku yang menggunakan sampul keras (hard cover), dalam proses pengeleman blok buku diitambahkan
kain kasa untuk memperkuat jilid buku.

Dalam rangkaian selanjutnya, blok buku yang telah diberi perekat disatukan dengan cover buku. Sistem pengeeleman dilakukan dengan dua cara yaitu lem dingin
dan lem panas. Blok buku yang dijilid dengan menggunakan lem dingin, harus didiamkan beberapa saat dan kemudian digabungkan dengan cover buku. Sedangkan
sistem jiilid dengan lem panas, dalam hitungan detik lem akan merekat dengan
keras dan buku lengkap deengan covernya siap untuk dipotong bersih. Teknik jilid ini dipakai untuk penjilidan majalah dan buku dengan ketebalan sekitar 2 inci atau 5 centimeter seperti pada buku novel, buku telepon, dan katalog.

Jahit benang yaitu teknik jilid yang menggabungkan dua atau lebih lipatan-lipatan
halaman dengan menggunakan jarum dan benang. Jahitan pada punggung lipatan(memanjang) untuk membuat satu unit lipatan dan jahitan melintang untuk
menggabungkan satu lipatan dengan lipatan berikutnya.

Untuk membuat buku menjadi lebih kuat, jahitan dilakukan pada kain kasa. Punggung buku kemudian diberi lem, dan helai/lembar pelindung dilekatkkan pada halaman pertama dan halaman terakhir buku. Jahit benang dilakukan secara otomatis dengan menggunakan mesin jahit benang (swing machine).

Jahit kawat - Teknik jilid yang banyak dilakukan untuk menyatukan lembaran-lembaran tercetak yaitu dengan jahit kawat (wire staples). Mesin jahit kawat bekerja
seperti stapler sederhana yang banyak digunakan di perkantoran. Dengan menggunakan
kawat U yang ketebalannya disesuaikan dengan ketebalan buku. Jahit kawat disarankan untuk ketebalan buku tidak lebih dari 100 halaman. Teknik jahit kawat adalah cara termudah untuk menjlid dan buku dapat dibuka secara datar.

Jahit kawat buku dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pada bagian punggung buku(saddle stitching) dan pada bagian sisi buku atau jahit kawat samping (side stitching). Jahit kawat samping membuat buku sulit dibuka secara datar.
Sumber: Majalah PrintPack riview

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar